Cara Lengkap Integrasi Hosting dan Domain yang Diarahkan ke Cloudflare

Integrasi hosting dan domain melalui Cloudflare merupakan salah satu langkah yang dapat dilakukan untuk mengelola DNS website secara lebih terpusat. Dengan konfigurasi yang tepat, pemilik website dapat mengarahkan domain ke server hosting, mengatur koneksi HTTPS, serta memanfaatkan fitur keamanan dan pengelolaan lalu lintas yang tersedia di Cloudflare.

Bagi pemula, proses ini terkadang membingungkan karena melibatkan beberapa pengaturan berbeda, mulai dari nameserver pada registrar domain, DNS record di Cloudflare, hingga konfigurasi domain pada layanan hosting. Kesalahan pada salah satu bagian tersebut dapat menyebabkan website tidak bisa diakses, sertifikat SSL bermasalah, atau email menggunakan domain sendiri tidak berfungsi.

Oleh karena itu, penting untuk memahami fungsi setiap komponen sebelum mulai melakukan konfigurasi. Artikel ini membahas cara menghubungkan domain dan hosting melalui Cloudflare secara bertahap, termasuk pemeriksaan DNS, pengaturan SSL, serta solusi untuk masalah yang sering terjadi.

Mengenal Hubungan Domain, Hosting, dan Cloudflare

Sebelum melakukan konfigurasi, ada tiga komponen utama yang perlu dipahami, yaitu domain, hosting, dan Cloudflare. Ketiganya memiliki fungsi yang berbeda, tetapi saling berkaitan ketika sebuah website diakses melalui internet.

1. Domain sebagai alamat website

Domain merupakan alamat yang digunakan pengunjung untuk membuka sebuah website. Contohnya adalah namadomain.com. Domain memudahkan pengunjung mengakses website tanpa harus menghafal alamat IP server.

Domain didaftarkan melalui registrar dan perlu diperpanjang sesuai masa aktifnya. Pengelolaan domain juga mencakup pengaturan nameserver yang menentukan layanan DNS mana yang bertanggung jawab atas pengelolaan record domain tersebut.

2. Hosting sebagai tempat penyimpanan website

Hosting merupakan layanan yang menyediakan sumber daya server untuk menjalankan website. File website, database, gambar, dan berbagai komponen aplikasi biasanya disimpan pada layanan ini.

Ketika seseorang membuka domain, permintaan akses perlu diarahkan menuju server hosting yang sesuai. Untuk itu, diperlukan pengaturan DNS yang menghubungkan nama domain dengan alamat server.

3. Cloudflare sebagai pengelola DNS dan perantara koneksi

Cloudflare menyediakan layanan DNS serta berbagai fitur tambahan, seperti proxy, perlindungan terhadap lalu lintas berbahaya, caching, dan pengelolaan sertifikat SSL pada koneksi tertentu.

Apabila domain menggunakan nameserver Cloudflare, pengaturan DNS aktif dilakukan melalui dashboard Cloudflare, bukan lagi melalui pengelola DNS lama di registrar.

Namun, menggunakan Cloudflare tidak berarti layanan hosting berpindah ke Cloudflare. File website dan database tetap berada di server hosting yang digunakan, kecuali pemilik website memang memindahkan aplikasinya ke layanan lain.

Persiapan Sebelum Menghubungkan Domain ke Cloudflare

Sebelum memulai proses integrasi, pastikan beberapa informasi berikut sudah tersedia:

  • Domain yang sudah terdaftar dan masih aktif.
  • Akun Cloudflare untuk mengelola domain.
  • Akses ke dashboard registrar tempat domain didaftarkan.
  • Alamat IP server hosting atau hostname tujuan yang diberikan penyedia hosting.
  • Akses ke panel hosting untuk memeriksa konfigurasi domain dan SSL.

Jika website sudah aktif sebelumnya, catat seluruh DNS record yang sedang digunakan. Data tersebut dapat mencakup record A, AAAA, CNAME, MX, TXT, serta record lain untuk verifikasi layanan.

Langkah ini penting karena perubahan nameserver dapat membuat konfigurasi DNS lama tidak lagi digunakan. Jika ada record email yang terlewat, layanan pengiriman atau penerimaan email berpotensi terganggu.

Cara Menghubungkan Domain Hosting ke Cloudflare

1. Menambahkan domain ke akun Cloudflare

Langkah pertama adalah memasukkan domain ke dashboard Cloudflare.

Buka situs Cloudflare, masuk ke akun yang digunakan, lalu pilih opsi untuk menambahkan website atau domain. Masukkan nama domain tanpa protokol https:// dan tanpa path halaman.

Sebagai contoh, jika alamat website adalah https://contohwebsite.com/artikel, masukkan contohwebsite.com.

Selanjutnya, ikuti petunjuk yang muncul untuk melanjutkan proses penambahan domain. Cloudflare akan meminta Anda memilih paket layanan yang tersedia dan memeriksa DNS record yang ditemukan.

Pada tahap ini, pastikan nama domain ditulis dengan benar. Kesalahan memasukkan nama domain dapat membuat proses konfigurasi dilakukan pada domain yang berbeda.

2. Memeriksa DNS record yang terdeteksi

Setelah domain ditambahkan, Cloudflare biasanya melakukan pemindaian terhadap DNS record yang dapat ditemukan. Hasil pemindaian tersebut perlu diperiksa sebelum melanjutkan.

Beberapa record yang umum digunakan adalah:

Jenis recordFungsi
AMengarahkan nama domain ke alamat IPv4 server
AAAAMengarahkan nama domain ke alamat IPv6
CNAMEMembuat alias menuju nama host lainnya
MXMenentukan server penerima email
TXTMenyimpan informasi verifikasi, SPF, dan konfigurasi lainnya

Contohnya, domain utama dapat menggunakan record A yang mengarah ke alamat IPv4 server hosting. Sementara itu, subdomain www dapat menggunakan CNAME yang mengarah ke domain utama.

Pastikan alamat tujuan sesuai dengan informasi yang diberikan penyedia hosting. Jangan menggunakan alamat IP secara sembarangan karena domain bisa diarahkan ke server yang salah.

Perhatikan juga record MX dan TXT apabila domain digunakan untuk email. Pengaturan tersebut tidak boleh dihapus hanya karena website sedang dipindahkan pengelolaan DNS-nya ke Cloudflare.

3. Mengganti nameserver domain

Setelah DNS record diperiksa, Cloudflare akan memberikan nameserver yang perlu dipasang pada domain.

Nameserver merupakan bagian penting dalam integrasi ini karena menentukan pihak yang melayani permintaan DNS untuk domain tersebut.

Buka dashboard registrar tempat domain terdaftar, kemudian cari menu pengaturan nameserver. Pada sebagian layanan, menu ini dapat ditemukan di bagian pengelolaan domain atau DNS management.

Ganti nameserver lama dengan nameserver yang diberikan Cloudflare. Masukkan kedua alamat sesuai petunjuk pada dashboard dan simpan perubahan.

Jangan menyalin nameserver dari domain lain karena setiap domain dapat memiliki nameserver yang berbeda.

Setelah perubahan disimpan, proses pembaruan delegasi DNS memerlukan waktu. Dalam sebagian kasus, perubahan mulai terlihat dalam beberapa menit, tetapi propagasi dapat berlangsung lebih lama bergantung pada registrar dan cache DNS.

Selama proses tersebut, status domain di Cloudflare mungkin belum langsung aktif. Tunggu hingga Cloudflare mendeteksi nameserver baru dan menampilkan status aktif.

4. Mengatur DNS agar mengarah ke server hosting

Setelah domain aktif di Cloudflare, langkah selanjutnya adalah memastikan DNS record mengarah ke server hosting yang benar.

Buka menu DNS pada dashboard Cloudflare, kemudian periksa record untuk domain utama.

Jika hosting menggunakan alamat IPv4, contoh konfigurasi yang umum digunakan adalah:

TypeNameTarget
A@IP server hosting
CNAMEwwwcontohwebsite.com

Tabel tersebut hanya contoh. Alamat IP dan nama domain harus disesuaikan dengan konfigurasi sebenarnya.

Simbol @ biasanya digunakan untuk merepresentasikan domain utama, sedangkan www digunakan untuk subdomain www.

Apabila penyedia hosting memberikan alamat IPv6, record AAAA dapat digunakan sesuai kebutuhan. Namun, jangan menambahkan record AAAA jika server tidak menyediakan layanan IPv6 yang dapat diakses untuk website tersebut.

Jika terdapat beberapa record A atau AAAA lama yang mengarah ke server berbeda, periksa terlebih dahulu sebelum menghapusnya. Record yang tidak sesuai dapat membuat akses website tidak konsisten bagi pengunjung.

5. Memahami pengaturan proxy Cloudflare

Cloudflare menyediakan pengaturan proxy yang biasanya ditampilkan dengan ikon awan berwarna oranye dan abu-abu.

Awan oranye menunjukkan bahwa lalu lintas HTTP dan HTTPS untuk hostname yang didukung melewati jaringan proxy Cloudflare. Dengan konfigurasi yang sesuai, pengunjung dapat memperoleh manfaat dari fitur caching, perlindungan, dan penyamaran alamat IP origin dari akses publik melalui jalur tersebut.

Sementara itu, awan abu-abu berarti DNS hanya mengembalikan informasi alamat tujuan tanpa melewatkan koneksi website melalui proxy Cloudflare.

Untuk website biasa, record A atau CNAME yang melayani halaman web dapat menggunakan proxy aktif jika konfigurasi server mendukungnya. Namun, tidak semua jenis layanan dapat menggunakan proxy HTTP Cloudflare.

Record MX dan TXT tidak menggunakan proxy tersebut. Layanan seperti SSH, FTP, atau aplikasi dengan port khusus juga perlu diperiksa secara terpisah karena tidak otomatis didukung oleh proxy HTTP standar.

Jika website belum bisa diakses, pengujian sementara dengan DNS only dapat membantu memeriksa apakah masalah berkaitan dengan proxy atau konfigurasi origin. Pengaturan ini harus dilakukan dengan mempertimbangkan bahwa alamat IP server dapat terlihat melalui DNS dan akses langsung ke origin mungkin tetap tersedia.

6. Menambahkan domain ke panel hosting

Pengaturan DNS yang benar belum tentu cukup untuk menampilkan website. Server hosting juga harus mengetahui domain mana yang akan dilayani.

Masuk ke panel hosting, kemudian buka menu pengelolaan website atau domain. Pada layanan hosting yang menggunakan cPanel, misalnya, domain perlu ditambahkan melalui fitur pengelolaan domain yang tersedia pada akun tersebut.

Pastikan domain utama dan subdomain www ditangani sesuai konfigurasi website. Periksa pula document root, yaitu direktori tempat file website disimpan.

Jika website menggunakan WordPress, pastikan file instalasi dan database berada pada lokasi yang benar. Periksa juga pengaturan alamat website pada aplikasi agar tidak mengarah ke domain lama atau alamat IP server.

Untuk hosting yang menggunakan virtual host, reverse proxy, atau konfigurasi server khusus, domain juga perlu didaftarkan pada konfigurasi server yang sesuai.

Jika domain baru saja ditambahkan tetapi menampilkan halaman default hosting, salah satu kemungkinan penyebabnya adalah document root yang keliru atau domain belum dikonfigurasi pada server.

7. Mengatur SSL dan HTTPS

SSL/TLS berfungsi mengenkripsi komunikasi antara pengunjung dan server. Website yang menggunakan HTTPS membantu melindungi data selama transmisi serta menghindari peringatan koneksi tidak aman pada browser.

Cloudflare memiliki beberapa pilihan pengaturan SSL/TLS. Pemilihannya harus disesuaikan dengan kondisi sertifikat pada server hosting.

Mode yang umum digunakan adalah:

  • Off: koneksi HTTPS pada sisi pengunjung tidak dilayani melalui konfigurasi SSL Cloudflare. Mode ini umumnya tidak sesuai untuk website yang ingin menggunakan HTTPS.
  • Flexible: koneksi pengunjung ke Cloudflare menggunakan HTTPS, tetapi koneksi dari Cloudflare ke server origin menggunakan HTTP.
  • Full: koneksi ke origin menggunakan HTTPS, tetapi sertifikat origin tidak harus memenuhi seluruh pemeriksaan validitas yang diterapkan pada mode Strict.
  • Full (strict): koneksi ke origin menggunakan HTTPS dan sertifikat origin harus valid serta sesuai dengan hostname yang digunakan.

Jika hosting sudah memiliki sertifikat SSL yang valid, Full (strict) biasanya menjadi pilihan yang tepat.

Sebaliknya, jangan langsung memilih Full (strict) jika server belum mempunyai sertifikat yang sesuai. Periksa dan pasang sertifikat pada hosting terlebih dahulu.

Mode Flexible memiliki keterbatasan keamanan karena koneksi antara Cloudflare dan origin tidak dienkripsi. Mode ini juga dapat memicu redirect loop apabila aplikasi atau server memaksa HTTPS tanpa konfigurasi yang sesuai.

Setelah pengaturan SSL disesuaikan, aktifkan pengalihan HTTPS jika diperlukan. Pastikan pengalihan dilakukan secara konsisten dan tidak menciptakan rangkaian redirect yang berulang.

8. Menguji website setelah konfigurasi selesai

Setelah seluruh pengaturan dilakukan, lakukan pengujian untuk memastikan domain sudah mengarah ke server yang benar.

Pertama, buka domain utama menggunakan browser. Periksa apakah halaman website tampil dengan benar dan apakah browser menampilkan ikon koneksi HTTPS yang aman.

Kedua, uji alamat dengan dan tanpa www. Jika keduanya digunakan, pastikan masing-masing mengarah ke website yang sesuai atau melakukan pengalihan ke satu alamat utama.

Ketiga, periksa apakah halaman, gambar, stylesheet, dan file JavaScript dimuat tanpa kesalahan. Website yang hanya menampilkan teks tanpa desain bisa mengalami masalah pada URL aset atau konfigurasi aplikasi.

Keempat, periksa fungsi login, formulir, dan fitur lain yang bergantung pada komunikasi dengan server. Pengujian ini penting untuk website yang menggunakan CMS, toko online, atau aplikasi dengan autentikasi.

Untuk pemeriksaan DNS, Anda juga dapat menggunakan perintah berikut dari terminal:

dig contohwebsite.com A
dig www.contohwebsite.com CNAME
dig contohwebsite.com NS

Ganti contohwebsite.com dengan domain yang digunakan. Hasil pemeriksaan dapat membantu mengetahui record yang dikembalikan oleh DNS resolver, tetapi hasilnya juga dipengaruhi oleh cache dan konfigurasi DNS setempat.

Apabila pengaturan proxy Cloudflare aktif, alamat IP yang terlihat pada pencarian DNS untuk hostname website dapat berupa alamat IP Cloudflare, bukan alamat IP origin hosting. Hal ini merupakan perilaku yang normal.

Masalah yang Sering Terjadi Saat Integrasi Cloudflare

Domain masih menampilkan error atau belum bisa diakses

Penyebabnya dapat berupa nameserver yang belum diperbarui, DNS record yang salah, domain yang belum terpasang di hosting, atau masalah konektivitas server.

Periksa status domain pada dashboard Cloudflare, pastikan nameserver sesuai, lalu verifikasi alamat IP tujuan dan konfigurasi domain pada hosting.

Error 521 atau server menolak koneksi

Error 521 umumnya menunjukkan bahwa server origin menolak koneksi dari Cloudflare. Penyebabnya bisa berupa layanan web server yang berhenti, firewall yang memblokir koneksi, atau konfigurasi server yang tidak menerima koneksi dari jaringan Cloudflare.

Pastikan web server berjalan dan port yang dibutuhkan dapat diakses. Jika menggunakan firewall, periksa aturan akses tanpa membuka seluruh port server secara sembarangan.

Error 525 atau 526 terkait SSL

Error 525 berkaitan dengan kegagalan proses TLS handshake antara Cloudflare dan server origin. Sementara itu, error 526 menunjukkan bahwa sertifikat origin tidak lolos pemeriksaan pada mode Full (strict).

Periksa masa berlaku sertifikat, nama domain pada sertifikat, rantai sertifikat, serta konfigurasi TLS pada web server. Pastikan sertifikat dipasang untuk hostname yang benar.

Website mengalami redirect loop

Redirect loop dapat terjadi jika Cloudflare, server hosting, dan aplikasi sama-sama memaksa pengalihan HTTP ke HTTPS dengan aturan yang tidak sesuai.

Periksa mode SSL/TLS, aturan redirect pada web server, serta pengaturan URL pada CMS. Hindari menambahkan beberapa aturan pengalihan yang melakukan tindakan sama secara berulang.

Email domain tidak dapat menerima pesan

Jika website berjalan normal tetapi email domain bermasalah, periksa record MX, TXT, dan record lain yang diberikan penyedia email.

Pastikan MX mengarah ke server email yang benar. Verifikasi pula SPF, DKIM, dan DMARC jika layanan email menggunakannya.

Jangan mengaktifkan proxy pada hostname server email yang seharusnya menggunakan DNS only. Perubahan konfigurasi email sebaiknya dilakukan berdasarkan dokumentasi penyedia layanan yang digunakan.

Kesimpulan

Integrasi hosting dan domain melalui Cloudflare membutuhkan konfigurasi yang tepat pada tiga bagian utama, yaitu nameserver domain, DNS record, dan pengaturan server hosting. Ketiganya harus saling sesuai agar website dapat diakses dengan normal.

Prosesnya dimulai dengan menambahkan domain ke Cloudflare, memeriksa DNS record, mengganti nameserver pada registrar, dan memastikan alamat IP atau hostname tujuan mengarah ke server yang benar. Setelah itu, domain harus dikonfigurasi pada panel hosting dan pengaturan SSL/TLS disesuaikan dengan kondisi sertifikat origin.

Pengujian setelah konfigurasi tidak boleh dilewatkan. Selain memastikan halaman website terbuka, periksa juga HTTPS, pengalihan domain, file pendukung, serta layanan email jika domain digunakan untuk komunikasi.

Dengan memahami fungsi setiap komponen, pengelolaan domain melalui Cloudflare dapat dilakukan secara lebih terstruktur. Jika terjadi gangguan, pemeriksaan dapat dimulai dari DNS dan nameserver, kemudian dilanjutkan ke konfigurasi hosting, koneksi server, dan SSL/TLS. Pendekatan bertahap ini membantu menemukan penyebab masalah tanpa mengubah pengaturan secara acak.

Leave a Comment